Tuesday, March 13, 2012

Pelajaran Mahal Tapi Berharga Dalam Hidup Saya

Sewaktu gw masih muda dan berdarah ababil (abg labil) *sekarang sudah tua.. huhu..* banyak hal yang gw beli dan ganti tanpa gw pikirkan terlebih dahulu secara matang. Contohnya: Sepatu bolong dikit, langsung mau beli baru! Seleting tas rusak, gw mau ganti baru! Pacar ngambek dikit, gw langsung mau cari yang baru! Wkakakaka... Sedikit bercanda sih kalau yang ini... haha... *ehem*

Maklum, belinya gak pake uang sendiri sih. Hehe. #terima kasih Papa sayang... Hoho... >.<

Tapi... Ini bukan salah gw!! Salahkanlah golongan darah gw yang membuat gw seperti ini!! Hahaha. *mencari-cari kambing hitam* Gw adalah orang dengan golongan darah B dan menurut komik golongan darah yang kocak ini, orang dengan golongan darah B adalah orang terboros diantara golongan darah yang lain.

Komik Golongan Darah - Gimana klo mereka sangat ingin membeli sesuatu?

Tentunya ilustrasi gambar diatas hanyalah gurauan belaka. *aslinya itu MacBook 15", the new iPad, Wii U, Apple TV, waaaaa...* Gw gak akan memungkiri kalau gw pernah menjadi seorang alay, dimana gw menghambur-hamburkan harta keluarga tanpa suatu alasan yang jelas dan berguna. Haha. #ohh... nikmatnya masa muda... ohh... oohh... ba-ba-ba baanaaanaaa... potaaaatoooo... lalala...

Waktu dulu sih hal tersebut terlihat sangat menyenangkan, mau beli apa saja tinggal minta ke Papa tersayang. Hehe. Tapi sejak gw mulai kerja dan mencari uang sendiri, gw mulai merasa menyesal karena baru ngerasain capenya mencari uang. Huhu. Diantara semua pacar... *uhm* barang yang pernah gw beli, ada satu yang benar-benar gw sesali sampai saat ini (dan masih menjadi bahan olok-olokan Papa untuk gw sampai saat ini... tolong hentikan itu Papa! Anakmu ini sudah besar dan mandiri sekarang... -_____-"), yaitu sebuah ponsel pintar Gigabyte GSmart i120 (seperti gambar dibawah ini).


Gigabyte GSmart i120 - Bisa dipakai untuk nonton TV lhooo... Hoho... *norak*

Jadi begini sejarahnya: Gw beli ponsel ini pada tahun 2007. Harganya waktu itu masih sekitar Rp 6.000.000 ($665). Ponsel gw sebelumnya adalah Nokia N-Gage (1st generation). Alasan gw menggantinya adalah karena handsetnya rusak (speaker untuk menelepon). Soalnya dia sering terjun bebas karena suka gw lempar-lempar ke udara. Hehe.

Apa yang gw sesali dari ponsel sok pintar ini? Hmm... Simple! Karena harganya tidak sesuai dengan fungsi yang gw rasakan!! Yahh... Sebenarnya ini karena kesalahan gw juga sih, gw gak baca review. Gw juga gak nanya temen-temen gw dulu yang mungkin pernah pake ponsel sejenis ini. Bahkan gw gak pernah baca specifikasi ponsel ini. I know I know. I did something really stupid. But, it was too late. :(

Jadi informasi yang gw tahu tentang ponsel ini cuma gw dapat dari SPG berpakaian seksi di counter penjual ponsel tersebut. Hehe. *I swear, it's not because of her... Well, maybe... a litte...*

Gw masih inget saat teman gw yang berinisial ER bertanya ke gw: "Kenapa gw membeli telepon genggam semahal itu dan gak beli laptop saja? Harganya kan kurang lebih sama." Lalu dengan entengnya gue menjawab: "Karena gue sudah punya laptop." *Damn! I was so cool at that time!!! But now... If I look back... I was like... FFUUUUUUUU...!!!*

Inilah beberapa masalah yang gw dapatkan dari ponsel genggam itu:
  • Layarnya terlalu kecil, sedangkan mengetiknya harus pakai virtual keyboard (keypadnya itu cuma bisa angka dan smart input saja).
  • Virtual keyboardnya juga kecil banget. -____-"
  • Design tempat stylusnya harusnya dikepala, bukan dipantat. Gw sampe kehilangan stylus tersebut, dua kali! Akhirnya gw terpaksa ngetik pake kuku. T_T
  • Pemutar musiknya sering crash (Windows Media Player) dan benar-benar kalah jauh sama Apple's iPod.
Kameranya pun tidak terlalu bagus. Designnya jelek. User interfacenya tidak user friendly. Arghhh... Sakit kepala pakainya! Akhirnya gw memilih untuk mengganti ponsel gw tersebut dengan ponsel Erickson yang fasilitas tercanggihnya adalah radio! Haha.

Moral dari cerita panjang dan tidak penting ini adalah pinjamlah barang yang hendak lu beli dari teman / pacar / toko / kenalan / strangers / aliens atau siapapunlah itu! Haha. Pegang, rasakan, dan bayangkan apa yang akan lu lakukan (bukan yang bisa lu lakukan) dengan barang tersebut di kehidupan sehari-hari.

Apakah benar lu butuh ponsel dengan kemampuan Word Processing? Atau apakah perlu tablet canggih dengan fasilitas Long Term Evolution (LTE) yang belum disupport di Indonesia? Atau, mungkin yang cuma ngetrend di Indonesia, apakah perlu ponsel sok pintar dengan spesifikasi yang lebih canggih sedangkan applikasi yang ada di marketnya saja hanya sedikit *hint* *hint* *BB* ? ;)