Monday, November 25, 2013

I hate coins, but I do need money. So this is what happens.

I don't like to keep coins in my wallet. The reason is because they are heavy and almost worthless (in some countries). But still, I do need money. As the title said, this is what happens with my coins.

In Germany (2012):



The total money that I get from my cute rabbit-bank is around EUR 300 or equal to almost Rp 4.500.000,-. Not bad, huh?!! After I wrapped-up the coins, I exchanged them to Deutsche Bank with no cost. They even give me the paper that I used to wrap the coins. This is the first time I learn that lots and lots coins is significantly great (i.e. Nintendo 3DS, etc.)!! From this experience, I will never again underestimate the power of coins. Hahaha.

In Indonesia (2013):



In Indonesia, I collected exactly Rp 250.000,- or about USD 18. To be honest, the effort is not really worth the cash that I got. Hahaha. I think I need to save a bigger nominal of money (Rp 10.000 maybe). I exchanged the coins in the local mart (Alfamart) near my work place. They also did not charge any cost for this.

Tips for Indonesian people:
As we already know, there are many beggars and (bad) stress musicians on the street that keep asking for our money. Please think again before giving money to them. Because they might save the same money that I did in one day. They only need to get 316 of Rp 500 and 92 of Rp 1000.

Tuesday, July 2, 2013

Tugas Mandiri - Pemrograman Berorientasi Objek

Halo, mungkin tidak terlalu banyak yang tahu bahwa saya sudah menjadi dosen di Universitas Bina Nusantara selama kurang lebih 1 tahun. Hehe. Sebagai seorang dosen, saya memiliki cara penilaian yang cukup unik yaitu saya tidak hanya menilai skor mahasiswa dari Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) saja. Selain kedua aspect tersebut, saya juga memberikan nilai pada Tugas Mandiri dan Project untuk dapat menilai mahasiswa dengan baik dan benar. Alasan saya untuk hal ini karena nilai ujian tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan mahasiswa. Karena itu, saya akan menilai usaha dari mahasiswa yang bersangkutan dengan sebuah project yang mempunyai deadline yang panjang dan dikerjakan bersama tim.

Di semester Genap 2012/2013 saya mencoba memberikan tugas untuk membuat game dengan konsep Object Oriented Programming di mata kuliah yang saja ajar. Tugas ini akan menjadi nilai tambahan bagi mahasiswa saya untuk ujian akhir mereka. Ternyata hasil dari tugas tersebut memberikan banyak output yang menarik!! Berikut adalah beberapa game yang dihasilkan oleh anak-anak murid saya:

Sakhonasy

Prince of Shangrila

Imperial Chess

Attack on Dragon

Zero-HIDE

The Adventure of Nyan Cat

Duckminator

Tetris

Roxas the Adventure

Bagaimana? Menarik bukan! Jika kalian ada pertanyaan mengenai project-project diatas silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah. See you again in the next post! :)

Monday, April 2, 2012

Louis Vuitton, Kok BIsa Mahal Banget?!


Kali ini gw akan bercerita tentang pengalaman gw yang mau membeli tas Louis Vuitton (LV).

Pada suatu bulan yang sudah tidak terlalu dingin lagi... Cici gw yang kedua mengutus gw untuk membeli suatu tas terkenal. Dia bilang mereknya "Louis Vuitton" atau lebih dikenal dengan initial "LV". Dia berharap bahwa harga tas tersebut bisa lebih murah disini daripada di Indonesia karena Germany dan Perancis (si pembuat LV) merupakan anggota dari European Union (seperti ASEAN di Asia). Jadi, pergilah gw mengembara ke kota lain untuk menyelesaikan quest ini.

Sebelumnya, gw harus memberi tahu ke kalian bahwa gw bukanlah orang yang mengikuti fashion. Misalnya, tidak ada masalah bagi gw untuk tetap memakai sepatu gw yang sudah bolong. Jam tangan gw yang sekarang gw beli di tahun 2007. Dan, gw pun masih nyaman dengan celana gombrong kebanggan gw jaman waktu masih SMA. Hehe. Bokap dan nyokap gw selalu ngoceh tentang kebiasaan gw ini, biasanya bokap gw akan terus nawarin jam tangannya dia ke gw seperti sales yang sudah kepepet dikejar-kejar kredit rumah yang tak kunjung lunas dan nyokap gw akan ngedumel soal sepatu yang bolong dan celana yang udah butut. Haha. Singkat kata, gw gak pernah tahu tentang tas bermodel kelas atas seperti LV dan karena itulah gw SHOCK saat mengetahui harga tas koleksi LV!!

Quest pun dimulai. Gw memulai petualangan mencari tas ini di kota lain, karena Aachen adalah kota kecil dan tidak mempunyai official store LV. Sesampainya di toko, gw langsung menunjuk suatu tas yang menurut gw harganya gak akan lebih dari apa yang bayangkan. Cici gw sudah bilang kalau tas LV itu mahal sekali, jadi gw membuat kisaran harga sekitar 500 EUR.

Tas ini seharga iPhone, tapi tidak menyediakan fitur GPS!!!

Tas sudah didepan mata. Saatnya mengenal lebih dekat dengan tas coklat ini. Gw pun mulai mengintegorasi salah satu karyawan disana.

Me : Hi, how much for this bag?
Seller : It's 710 EUR.
Me : *SHOCK!!! But still pretend to be cool*
Seller : It also has one pocket inside, but you don't have to use it if you don't want it.
Me : Does it has a warranty? (the real question in my head: Does it has a GPS function? I am sure I really want to use that feature if this 710 EUR bag is missing!!)
Seller : Yes, it's has 2 years of world-wide warranty. You could claims to us in that period and we will repair the bag for you.
Me : Ohh... So, I will not get the new bag but you will just repair the bag for me. (the real thought in my head: This thing costs me an iPhone, so why I don't get the same good warranty like Apple? Two years of warranty and replace with a new iPhone if it's broken!! :P)
Seller : Yes, we will just repair the bag for you.
Me : One last question, could I take a photo of this bag? Because this bag is actually for my sister.
Seller : No, Sir. But you could... *and so on.. and so on..*

Setelah keluar dari toko, gw langsung memberitahu cici gw tentang informasi tas ini. Dan reaksi dari dia adalah "Mission's cancelled! Buy me something else!" Haha. Sudah seperti yang gw duga, tas ini terlalu mahal... Tapi KENAPA?! Gw penasaran dan ingin tahu... Apakah tas ini bisa membuat wanita terlihat 10x lebih cantik dan modis jika memakainya? Haha. Anyway, inilah hasil Googling gw tentang kenapa tas dengan brand ini bisa begitu mahal.
  1. Louis Vuitton sudah berdiri sejak tahun 1800 dan mereknya sudah terkenal oleh seluruh dunia dalam memberikan produk terbaik dan menjamin kualitas di setiap produk yang mereka hasilkan.
  2. Setiap tas LV adalah buatan tangan sehingga dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk memproduksi sebuah tas. Selain itu, tas tersebut bisa bertahan selama seumur hidup karena diciptakan dengan bahan yang tahan lama. LV juga sangat peduli dengan detail dan rincian jahitannya, karena itu jahitan ditas mereka sangat rapih dan bersih.
  3. Tas LV diklaim memiliki kemampuan tahan air dan tahan api. Canvas digunakan untuk material tahan air dan PVS digunakan untuk material tahan api. Bahkan ada legenda bahwa barang-barang yang tersimpan di dalam tas LV masih utuh didalam kapal Titanic yang tenggelam!
  4. Fashion yang diciptakan oleh tas mereka ini berlangsung secara abadi. Jadi jangan takut ketinggalan jaman di 10 tahun kedepan jika kalian baru saja membeli tas merek ini.
Yupz! Setidaknya rasa penasaran gw cukup terjawab dengan 4 alasan utama diatas. Walaupun gw masih tidak mau mengakui dan menerima bahwa harga tas merek LV bisa semahal itu. Haha. Apa pendapat kalian tentang tas ini? Apakah 4 alasan tersebut masuk akal sehingga tas merek ini bisa semahal itu?

Oh ya, Russell Peters juga pernah membuat lelucon tentang tas mahal ini. Jika kalian belum pernah menonton aksinya atau bahkan belum tahu siapa pelawak India tapi berkebangsaan Kanada ini, gw sangat menganjurkan untuk menontonnya!! Tapi gw ingatkan, lelucon dia sangat racist dan harus diterima dengan pikiran yang sangat terbuka. Hehe. =)


[Informasi Terbaru]
Jika kalian suka dengan gurauan Russell Peters, maka berbahagialah kalian semua karena dia akan DATANG untuk menghibur Indonesia! *tapi derita buat gw karena gak bisa ikut nonton... huhu... T-T* Silahkan cek informasinya disini.

Credits:
http://www.louis-vuitton-e-store.net
http://homesteadblogger.com

Tuesday, March 13, 2012

Pelajaran Mahal Tapi Berharga Dalam Hidup Saya

Sewaktu gw masih muda dan berdarah ababil (abg labil) *sekarang sudah tua.. huhu..* banyak hal yang gw beli dan ganti tanpa gw pikirkan terlebih dahulu secara matang. Contohnya: Sepatu bolong dikit, langsung mau beli baru! Seleting tas rusak, gw mau ganti baru! Pacar ngambek dikit, gw langsung mau cari yang baru! Wkakakaka... Sedikit bercanda sih kalau yang ini... haha... *ehem*

Maklum, belinya gak pake uang sendiri sih. Hehe. #terima kasih Papa sayang... Hoho... >.<

Tapi... Ini bukan salah gw!! Salahkanlah golongan darah gw yang membuat gw seperti ini!! Hahaha. *mencari-cari kambing hitam* Gw adalah orang dengan golongan darah B dan menurut komik golongan darah yang kocak ini, orang dengan golongan darah B adalah orang terboros diantara golongan darah yang lain.

Komik Golongan Darah - Gimana klo mereka sangat ingin membeli sesuatu?

Tentunya ilustrasi gambar diatas hanyalah gurauan belaka. *aslinya itu MacBook 15", the new iPad, Wii U, Apple TV, waaaaa...* Gw gak akan memungkiri kalau gw pernah menjadi seorang alay, dimana gw menghambur-hamburkan harta keluarga tanpa suatu alasan yang jelas dan berguna. Haha. #ohh... nikmatnya masa muda... ohh... oohh... ba-ba-ba baanaaanaaa... potaaaatoooo... lalala...

Waktu dulu sih hal tersebut terlihat sangat menyenangkan, mau beli apa saja tinggal minta ke Papa tersayang. Hehe. Tapi sejak gw mulai kerja dan mencari uang sendiri, gw mulai merasa menyesal karena baru ngerasain capenya mencari uang. Huhu. Diantara semua pacar... *uhm* barang yang pernah gw beli, ada satu yang benar-benar gw sesali sampai saat ini (dan masih menjadi bahan olok-olokan Papa untuk gw sampai saat ini... tolong hentikan itu Papa! Anakmu ini sudah besar dan mandiri sekarang... -_____-"), yaitu sebuah ponsel pintar Gigabyte GSmart i120 (seperti gambar dibawah ini).


Gigabyte GSmart i120 - Bisa dipakai untuk nonton TV lhooo... Hoho... *norak*

Jadi begini sejarahnya: Gw beli ponsel ini pada tahun 2007. Harganya waktu itu masih sekitar Rp 6.000.000 ($665). Ponsel gw sebelumnya adalah Nokia N-Gage (1st generation). Alasan gw menggantinya adalah karena handsetnya rusak (speaker untuk menelepon). Soalnya dia sering terjun bebas karena suka gw lempar-lempar ke udara. Hehe.

Apa yang gw sesali dari ponsel sok pintar ini? Hmm... Simple! Karena harganya tidak sesuai dengan fungsi yang gw rasakan!! Yahh... Sebenarnya ini karena kesalahan gw juga sih, gw gak baca review. Gw juga gak nanya temen-temen gw dulu yang mungkin pernah pake ponsel sejenis ini. Bahkan gw gak pernah baca specifikasi ponsel ini. I know I know. I did something really stupid. But, it was too late. :(

Jadi informasi yang gw tahu tentang ponsel ini cuma gw dapat dari SPG berpakaian seksi di counter penjual ponsel tersebut. Hehe. *I swear, it's not because of her... Well, maybe... a litte...*

Gw masih inget saat teman gw yang berinisial ER bertanya ke gw: "Kenapa gw membeli telepon genggam semahal itu dan gak beli laptop saja? Harganya kan kurang lebih sama." Lalu dengan entengnya gue menjawab: "Karena gue sudah punya laptop." *Damn! I was so cool at that time!!! But now... If I look back... I was like... FFUUUUUUUU...!!!*

Inilah beberapa masalah yang gw dapatkan dari ponsel genggam itu:
  • Layarnya terlalu kecil, sedangkan mengetiknya harus pakai virtual keyboard (keypadnya itu cuma bisa angka dan smart input saja).
  • Virtual keyboardnya juga kecil banget. -____-"
  • Design tempat stylusnya harusnya dikepala, bukan dipantat. Gw sampe kehilangan stylus tersebut, dua kali! Akhirnya gw terpaksa ngetik pake kuku. T_T
  • Pemutar musiknya sering crash (Windows Media Player) dan benar-benar kalah jauh sama Apple's iPod.
Kameranya pun tidak terlalu bagus. Designnya jelek. User interfacenya tidak user friendly. Arghhh... Sakit kepala pakainya! Akhirnya gw memilih untuk mengganti ponsel gw tersebut dengan ponsel Erickson yang fasilitas tercanggihnya adalah radio! Haha.

Moral dari cerita panjang dan tidak penting ini adalah pinjamlah barang yang hendak lu beli dari teman / pacar / toko / kenalan / strangers / aliens atau siapapunlah itu! Haha. Pegang, rasakan, dan bayangkan apa yang akan lu lakukan (bukan yang bisa lu lakukan) dengan barang tersebut di kehidupan sehari-hari.

Apakah benar lu butuh ponsel dengan kemampuan Word Processing? Atau apakah perlu tablet canggih dengan fasilitas Long Term Evolution (LTE) yang belum disupport di Indonesia? Atau, mungkin yang cuma ngetrend di Indonesia, apakah perlu ponsel sok pintar dengan spesifikasi yang lebih canggih sedangkan applikasi yang ada di marketnya saja hanya sedikit *hint* *hint* *BB* ? ;)

Monday, February 27, 2012

Cara Mendapatkan iPod Shuffle Gratis di Germany

Di Germany, ada suatu tawaran menarik dari Barusu Bank (BB) -> nama disamarkan, karena gw takut terjadi hal-hal yang aneh. Hehe. By the way, nama "Barusu" diambil dari salah satu anime favorit gw yaitu "Mayo Chiki"

Tawarannya adalah: jika nasabah membawa temannya untuk membuka rekening baru, maka dia bisa mendapatkan satu hadiah yang ditawarkan oleh pihak BB. Bukan piring cantik, dan bukan juga payung lebar buat ngojek payung kalau hujan. Pilihan hadiahnya berupa Philips Portable Speaker, Seinheiser headset, Philips DVD-Player, 3 Bottles of Champagne, Senseo Coffee Machine, AEG Vacuum Cleaner, Blender, Apple iPod Shuffle, dan lain-lain.
*harga hadiah berkisar antara 30-50 EUR

Melihat kesempatan ini, terpikir di benak gw untuk mendapatkan hadiah tersebut! Gratiiissss... Kapan lagi?! Hehe. Kebetulan ada teman gw dari Thailand yang baru datang ke Aachen. Dengan senang hati gw pun mengantar teman gw tersebut ke BB untuk membuka rekening. Hoho. #hadiahGratis #hadiahGratis #hadiahGratis

Sebagai fans Apple (yang masih butuh waktu panjang dan banyak kesabaran untuk mengoleksi all of those shiny Apples), tanpa pikir panjang gw pun langsung memilih iPod Shuffle! Bisa dipakai untuk lari pagi, gw membayangkan diri gw sendiri memakainya bercucuran keringat sambil berlari. Bagi lu yang lagi makan, jangan ikut membayangkanya. Ilustrasinya agak menjijikkan memang. Hehe. :p

Bulan Pertama - Penantian
Hari berganti dan satu bulan pun berlalu, tapi hadiah tersebut tidak kunjung datang. Di lain pihak, teman-teman gw yang lain sudah mendapatkan hadiah mereka masing-masing. Karena penasaran, gw pun bertanya ke pihak BB tentang hal ini. Sesampainya disana, mereka hanya memeriksa informasi rekening dan bertanya apakah kotak surat gw sudah siap untuk menerima surat. Setelah memastikan semuanya benar, mereka meminta gw untuk menunggu satu bulan lagi. Tidak ada alasan yang cukup jelas tentang apakah hadiah itu sudah dikirim atau belum? Atau apakah gw memenuhi syarat pengiriman hadiah tersebut? Atau informasi sebagainya. Dengan agak sedikit kecewa, gw pun setuju untuk pulang dan menunggu satu bulan lagi.

Bulan Kedua - Keresahan
Hari terus berganti, dan dua bulan lamanya gw sudah menunggu tapi iPod Shuffle imut-imut itu belum juga datang. Memberanikan diri, gw pun mencoba bertanya lagi ke pihak BB. Tapi alangkah kecewanya gw karena jawaban yang diberikan mereka kurang lebih sama dengan jawaban sebelumnya. Dan... Gw pun harus menunggu satu bulan lagi... -___-"

Bulan Ketiga - Merelakan
Di bulan ketiga, hadiah tetap tak kunjung datang dan pihak BB pun tetap memberikan jawaban yang mengecewakan. Akhirnya gw pun memutuskan untuk tidak terlalu berharap dengan hadiah tersebut dan lebih baik melupakannya. Mungkin itu memang bukan rejeki gw, pikir gw untuk menghibur diri sendiri.

*dua bulan kemudian*

Saat gw ingin melakukan transaksi online di website BB, tiba-tiba muncul pertanyaan: "Do you have time to fill our questionnaire?" Gw pun berkata: "Sure! This is my chance to show my disappointment to you!!" Gyahahahaha. >:) *ketawa sinis* Dan... Gw pun mulai mengisi kuesioner tersebut dengan jujur dan apa adanya. Pelayanan mereka mengecewakan, tapi gw juga senang dengan BB karena mereka membebaskan biaya administrasi bagi para pelajar. Beberapa hari berlalu sejak gw mengisi kuesioner tersebut dan tiba-tiba gw mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Ternyata itu adalah customer service dari pihak BB!! Pada awalnya gw berpikir, apakah gw akan dituntut karena memberikan komentar buruk di kuisioner tersebut?! Atau mungkin juga account gw bakal ditutup dan uang gw akan raib begitu saja?! Gw harap semua hal buruk itu cuma terjadi di imaginasi gw!! Jeng... Jeng... Ternyata maksud dari customer service tersebut adalah ingin tahu kenapa gw tidak puas dengan pelayanan mereka! Huff... Kaget campur senang, hal ini jauh lebih baik daripada imajinasi hiperbola di kepala gw. Tentunya ini adalah kejutan baik yang benar-benar tidak gw duga!

Gw pun mulai menjelaskan pengalaman yang gw alami kepada customer service tersebut. Mulai dari form transfer gw yang mereka hilangkan dan hadiah iPod Shuffle yang tidak kunjung datang. Untuk masalah pertama, mereka menawarkan solusi untuk mengganti uang yang gw keluarkan karena masalah yang dihasilkan oleh hilangnya form transfer tersebut. Tapi gw menolaknya, karena itu bukan masalah yang besar. Di masalah yang kedua, mereka menawarkan gw untuk memberikan iPod Shuffle yang mereka janjikan. Untuk solusi ini, gw sangat setuju karena hadiah itu memanglah hak gw. Dia pun meminta gw untuk datang menemuinya ke BB. Keesokan harinya, gw datang dan berbicara dengan customer service tersebut. Dia meminta gw untuk mengisi formulir hadiah LAGI. Dan... Gw pun harus pulang dan menunggu satu bulan LAGI. #whatThe....

iPod Shuffle 2 GB
Bulan Keenam - Kedatangan
Satu minggu berlalu, keresahan mulai datang karena hadiah belum kunjung tiba. Terpikir di benak gw untuk merelakannya saja. Tapi kenapa BB selalu saja memberikan suatu pengharapan kepada nasabahnya ini. Akhirnya, gw putuskan untuk tetap berharap!

Dua minggu berlalu sejak gw mengisi formulir hadiah yang baru. Akhirnya, gw menerima iPod Shuffle tersebut! Horeee!!  \(>_<)/

Gw ucapkan terima kasih banyak kepada BB dan Deutsche Post yang sudah mengirimkannya!! Pengalaman ini memberikan gw suatu pelajaran dimana saat gw merelakan sesuatu, belum tentu gw akan kehilangannya. Karena dalam hidup, banyak kejutan yang tidak terduga. Hehe. :)

iPod Shuffle - From Side
iPod Shuffle - Unboxing